- Menentukan Kisi – kisi Soal
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
percobaan ke 2
TES PERCOBAAN
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
November 12, 2014
Langkah - Langkah Guru Dalam Menyusun Soal Pada Sistem Pembelajaran Konvensional Dan Pembelajaran Mandiri
Langkah - Langkah Guru Dalam Menyusun Soal Pada Sistem Pembelajaran Konvensional.
(1.) Berikut langkah – langkah Guru dalam menyusun soal pada sistem pembelajaran konvensional :
1. Mengetahui dasar – dasar dan menentukan item dalam menyusun soal.
Guru harus mengetahui dan menentukan dasar – dasar penyusunan soal, baik itu materi dan item untuk soal yang akan disusun. Item - item tes harus mewakili pokok - pokok bahasan atau kompetensi – kompetensi dasar yang hendak dicapai. Item tes harus dapat mengukur apa siswa memiliki indikator - indikator kepemilikan kompetensi yg ditetapkan.
Kisi-kisi merupakan deskripsi kompetensi dan materi yang akan diujikan. Tujuan penyusunan kisi-kisi adalah untuk menentukan ruang lingkup dan sebagai petunjuk dalam menulis soal. Sebelum menyusun kisi-kisi dan butir soal perlu ditentukan jumlah soal setiap kompetensi dasar dan penyebaran soalnya.
3. Memilih Tipe Tes yang digunakan
PEMBELAJARAN KUANTUM - SEBUAH PEMBELAJARAN EFEKTIF
Model Pembelajaran Kuantum ( Quantum Learning )
Quantum pada dasarnya merupakan interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya. Bobby De Porter dan Mike Hernacki (2011) menganalogikan quantum learning dengan rumus dalam fisika kuantum E = mc2 yang artinya massa kali kecepatan cahaya adalah energi. Mereka berpendapat semua kehidupan adalah energi. Mereka menganalogikan energi itu ke dalam analogi tubuh manusia yang secara fisik adalah materi. Sebagai pelajar, tujuan kita adalah meraih sebanyak mungkin cahaya: interaksi, hubungan, inspirasi agar menghasilkan energi cahaya.
Bobby de Porter dan Mike Hernacki (2011), menjelaskan awal mula dari quantum learning yaitu berawal dari upaya Dr.Georgi Lozanov seorang pendidik berkebangsaan Bulgaria yang bereksperimen dengan apa yang disebutnya sebagai “sugestology” atau “sugestopedia”. Prinsipnya adalah bahwa sugesti dapat dan pasti mempengaruhi hasil situasi belajar, dan setiap detail apa pun memberikan sugesti positif atau negatif. Beberapa teknik yang digunakan dalam penelitiannya untuk memberikan sugesti positif adalah mendudukan siswa dengan kondisi nyaman, memasang musik latar di dalam kelas, meningkatkan partisipasi individu, menggunakan poster-poster untuk memberi kesan besar dan informasi utama dan menyediakan guru-guru terlatih dalam seni pengajaran sugestif.
Bobby De Porter (2011:14) menjelaskan aspek-aspek penting dalam quantum learning yang meliputi pemercepatan belajar dan program neurolinguistik (NLP). Pemercepatan belajar didefinisikan sebagai cara belajar yang memungkinkan siswa untuk belajar dengan kecepatan yang mengesankan, dengan upaya yang normal dan diringi dengan suasana menyenangkan dan gembira. Cara ini menyatukan unsur-unsur yang secara sekilas tampak tidak mempunyai persamaan: hiburan, permainan, warna, cara berpikir positif, kebugaran fisik, dan kesehatan emosional. Semua unsur-unsur ini bekerja sama untuk menghasilkan pengalaman belajar yang efektif.
Program neurolinguistik (NLP), yaitu suatu penelitian tentang bagaimana otak mengatur informasi. Program ini meneliti hubungan antara bahasa dan perilaku dan dapat digunakan untuk menciptakan jalinan pengertian antara siswa dan guru. Para pendidik dengan pengetahuan NLP mengetahui bagaimana menggunakan bahasa yang positif untuk meningkatkan tindakan-tindakan positif yang merupakan faktor penting untuk merangsang fungsi otak yang paling efektif.
Dari definisi dan penjelasan menurut Bobby De Poter dan Make Hernacki (2009) , maka model pembelajaran kuantum (Quantum Learning) didefinisikan sebagai interaksi-interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya. Quantum learning menggabungkan sugesti (sugestology), teknik pemercepatan belajar, dan teknik memaksimalkan dan mengatur kinerja otak (NLP) dengan teori, keyakinan, dan metode tertentu.
Definisi Pembelajaran
Menurut Winkel (dalam M.Sobry,2013:31), pembelajaran
adalah seperangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar
peserta didik, dengan memperhitungkan kejadian-kejadian eksternal yang berperan
terhadap rangkaian kejadian-kejadian internal yang berlangsung di dalam peserta
didik. Rangkaian kejadian ini merupakan proses interaksi antara peserta didik
dengan peserat didik lainnya dan interaksi terhadap pengajar.
Pembelajaran
menurut Dimyati dan Mujiono (dalam M.Sobry, 2013:31) adalah kegiatan yang
ditujukan untuk membelajarkan siswa. Dalam pengertian lain, pembelajaran adalah
usaha-usaha yang terencana dalam manipulasi sumber-sumber belajar agar terjadi
proses belajar dalam diri siswa. Jadi pembelajaran merupakan kegiatan yang
memfokuskan peran siswa dalam kegiatan pembelajaran.
Beberapa ahli lain juga
mengemukakan pendapatnya tentang pembelajaran. Berikut pendapat tentang
pembelajaran menurut beberapa ahli (dalam Sobry 2013:31) :
1) Pembelajaran adalah upaya yang dilaukan untuk membelajarkan siswa
(Iskandar ,1995).
2) Pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan pebelajar dengan
langkah-langkah sitematis (Degeng, 1993).
3) Pembelajaran adalah usaha sadar guru untuk membantu siswa atau anak
didik, agar mereka dapat belajar sesuai minatnya (Agus N.Cahyo, 2013).
Dari
pendapat beberapa ahli di atas, maka pembelajaran dapat dikatakan sebagai upaya
sadar dari guru yang dengan sengaja dilakukan dengan tujuan supaya terjadi
proses belajar pada diri siswa. Sebagai suatu upaya dari guru secara sadar,
maka pembelajaran ini dilakukan melalui suatu langkah-langkah dan teknik
tertentu dengan sitematis untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut. Sebagai
kegiatan dengan langkah-langkah sistematis berarti dapat dikatakan pula bahwa
dalam pembelajaran ada tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi atau
refleksi perbaikan.
M.
Sobry (2013:31-32) berpendapat bahwa inti dari pembelajaran itu adalah segala
upaya yang dilakukan oleh guru atau pendidik agar terjadi proses belajar pada
diri siswa. secara implisit, di dalam pembelajaran, ada kegiatan memilih,
menetapkan dan mengembangkan metode untuk mencapai hasil pembelajaran yang
diinginkan. Pembelajaran lebih menekankan cara-cara untuk mencapai tujuan dan
berkaitan dengan bagaimana cara mengorganisasikan materi pelajaran,
menyampaikan materi pelajaran dan mengelola pembelajaran.
March 6, 2014
ANALISIS ANGIN PUTING BELIUNG DI EKS KARESIDENAN SURAKARTA
ANALISIS ANGIN PUTING BELIUNG
DI EKS KARESIDENAN SURAKARTA
Klimatologi
Regional
Dosen Pengampu : Pipit Wijayanti, S.Si, M.Sc
Universitas Sebelas Maret
Surakarta
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Jawa
Tengah merupakan salah satu provinsi di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang
terletak di tengah Pulau Jawa. Karakteristik fisik Jawa Tengah mempunyai bentuk
bervariasi yang tidak lepas
dari proses pembentukannya. Sebagaimana
layaknya kepulauan yang terjadi
karena tumbukan lempeng,
di Jawa Tengah
terdapat busur gunung
berapi yang tumbuh pada
zona lemah sehingga
terdapat beberapa gunung
berapi di atasnya. Dampak dari tumbukan
lempeng tektonik adalah
terjadinya pengangkatan dan
pelipatan lapisan geologi
pembentuk pulau sehingga membentuk geomorfologi yang bervariasi seperti dataran
landai, perbukitan dan
dataran tinggi. Kondisi
geologi yang demikian
menjadikan Jawa Tengah mempunyai
potensi ancaman bencana
alam. Gempa bumi
di Klaten, tsunami
di pantai selatan Jawa,
erupsi gunung berapi
Merapi dan tanah
longsor di Banjarnegara merupakan sebagian bukti
kebencanaan yang pernah terjadi di Jawa Tengah.
Kondisi iklim
tropis Jawa Tengah yang terletak
antara 5o40' - 8o30'
LS dan antara 108o30' - 111o30'
BT menjadikan potensi dan ancaman
bencana. Dampak dari bahaya iklim tersebut adalah banjir, kekeringan, kebakaran
lahan dan badai angin. Salah satu dampak yang saat ini dapat dirasakan
masyarakat adalah adanya badai angin yang oleh masyarakat local sering disebut
angin putting beliung.
Angin
puting beliung adalah angin yang berputar dengan kecepatan lebih dari 63 km/jam
yang bergerak secara garis lurus dengan lama kejadian maksimum 5 menit. Orang
awam menyebut angin puting beliung adalah angin “Leysus”, di daerah Sumatera
disebut “Angin Bohorok” dan masih ada sebutan lainnya. Angin jenis ini yang ada
di Amerika yaitu “Tornado” mempunyai kecepatan sampai 320 km/jam dan
berdiameter 500 meter.
Pada
makalah ini, akan membahas mengenai kejadian angin puting beliung yang melada
daerah eks-karesidenan Surakarta berserta penjelasan lain mengenai angin puting
beliung.
B. Rumusan Masalah
1.
Apa yang dimaksud angin
putting beliung?
2.
Bagaimana cirri-ciri,
proses terjadinya, dan dampak dari angin putting beliung?
3.
Bagaimana sebaran angin
putting beliung di wilayah Eks-Karesidenan Surakarta?
4.
Bagaimana intensitas
kejadian angin putting beliung?
C. Tujuan Penulisan
1.
Untuk mengetahui
pengertian angin putting beliung
2.
Untuk mengetahui
cirri-ciri, proses terjadinya, dan dampak dari angin putting beliung.
3.
Untuk mengetahui
sebaran angin putting beliung di wilayah Eks-Karesidenan Surakarta
4.
Untuk mengetahui
intensitas kejadian angin putting beliung di wilayah Eks-Karesidenan Surakarta
D. Manfaat Penulisan
a.
Manfaat Teoritis
1.
Makalah ini dapat menambah
wawasan bagi pembaca.
2.
Sebagai dasar
penyusunan makalah berikutnya.
b.
Manfaat Praktis
1.
Makalah ini bermanfaat
untuk menambah wawasan dan pengetahuan.
2.
Dapat mengetahui
pengertian angin putting beliung
3.
Dapat mengetahui
cirri-ciri, proses terjadinya, dan dampak dari angin putting beliung
November 4, 2013
PETA PERSEBARAN FAUNA DI INDONESIA
PETA PERSEBARAN FAUNA DI INDONESIA
Berikut adalah persebaran Fauna di Indonesia yang dikalsifikasikan berdasarkan garis Wallacea dan garis Weber.
Jadi ... Ada 3 Klasifikasi Fauna di Indonesia yaitu Fauna Asiatis, Fauna Peralihan dan Fauna Australis... berikut peta persebaran Fauna di Indonesia..
Materi Micro Teaching P.Geografi UNS
PETA PERSEBARAN BIOMA :
Peta Persebaran Bioma
July 14, 2013
Penanaman Dan Pembagian 5000 Pohon Bersama KOMPAS UNS
Penanaman Dan Pembagian 5000 Pohon Bersama KOMPAS UNS
Penanaman Dan pembagian 5000 Pohon merupakan rangkaian acara dari semarak HUT KNPI Pemalang yang diselenggarakan oleh KNPI dan KOMPAS UNS . Acara ini merupakan agenda acara kedua setelah seminggu sebelumnya KNPI dan KOMPAS UNS berhasil menyelenggarakan LDK OSIS SMA se - Kabupaten Pemalang yang bertempat di SLB Pemalang.
Penanaman dan Pembagian 5000 Pohon ini dilaksanakan pada 29 Juni 2013. Acara ini dihadiri oleh :
- Bupati Pemalang Bapak H. Junaedi
- Ketua DPD KNPI Pemalang Bpk. Muallip
- Camat Bantarbolang
- Kepala Desa Purana
- Tokoh Masyarakat Purana
- Lembaga dan Organisasi masyarakat Desa Purana dan sekitarnya.
- Masyarakat Desa Purana dan sekitarnya.
- Serta Anggota Komunitas Mahasiswa Pemalang UNS.
July 13, 2013
Peta Perkembangan Koridor PALUR - SRAGEN
Berikut Peta Perkembangan Koridor Palur - Sragen Tahun 2004, Tahun 2005, Tahun 2008, Tahun 2009 dan Tahun 2012.
Peta perkembangan Koridor ini mempunyai informasi tentang perkembangan wilayah Koridor Palur - sragen. Dari Penulis memang hanya menyajikan Peta saja.. Untuk dokumennya tidak dicantumkan.... # salam Belajar, @ salam berbagii..
" Klik Gambar Untuk Memperbesar "
Tahun 2004
Tahun 2005















