KARANG TARUNA

http://hanif40.blogspot.com/

October 30, 2011

TEORI DAN KONSEP MIGRASI



TEORI DAN KONSEP MIGRASI








Pendidikan Geografi Jurusan P.IPS
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2010

                                                     BAB I
                                             PENDAHULUAN


A.      Latar Belakang
Migrasi merupakan salah satu faktor dariketiga faktor dasar yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk, sedangkan faktor lain adalah kelahiran dan kematian. Peninjauan migrasi secara regional sangatlah penting, mengingat adanya densitas dan distribusi penduduk yang tidak merata, adanya faktor pendorong dan penarik migrasi, adanya disentralisasi dalam pembagunan, di pihak lain komunikasi termasuk transportasi semakin lancar. Migrasi antar bangsa(migrasi internasional) tidak begitu berpengaruh terhadap kondisi kependudukan suatu negara. Barangkali untuk Indonesia hanya tahun 1959 yang patut di catat dengan migrasi internasional yakni adanya ”exodus” orang orang Tionghoa akibat dikenakannya peraturan pemerintah No. 10 tahun 1959 dengan tidak diakuinya adanya dua kewarga negaraan bagi orang orang cina di indonesia .


B.     RUMUSAN MASALAH
Apa saja teori – teori yang berhubungan dengan migrasi ?

C.     TUJUAN
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui teori – teori tentang migrasi dan berbagai macam permasalahan mengenai migrasi yang terjadi di Indonesia.












                                                         BAB II
                                                  PEMBAHASAN

A.  Konsep dan Definisi Migrasi
Migrasi adalah perpindahan penduduk dengan tujuan untuk menetap dari suatu tempat ke tempat lain melampaui batas politik / negara ataupun batas administratif / batas bagian dalam suatu negara. Ada dua dimensi yang harus diperhatikan dalam menelaah migrasi, yaitu dimensi waktu dan dimensi daerah. Untuk dimensi waktu,ukuran yang pasti tidak ada karena sulit menentukan beberapa lama seseorang pindah tempat tinggal untuk dapat dianggap sebagai seorang migran, tetapi biasanya digunakan definisi yang ditentukan dalam sensus penduduk.
Contoh : Sensus penduduk tahun 1961 batasan waktu bagi penentuan migran adalah 3 bulan sedangkan untuk sensus tahun 1971 dan 1980 batasannya 6 bulan.
Untuk dimensi daerah secara garis besarnya dibedakan perpindahan antar negara yaitu perpindahan penduduk dari suatu negara ke negara lain yang disebut migrasi internasional dan perpindahan yang terjadsi dalam satu negara misalnya antar propinsi, kota atau kesatuan administratif lainnya yang di kenaldengan migrasi intern.
Definisi migran menurut Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) ”A migrant is a person who change his place of residence from one political or administrative area to another”. Pengertian ini di kaitkan dengan pindah tempat tinggal secara permanent sebab selain itu dikenal pula mover yaitu orang yang pindah dari suatu alamat ke alamat lain.
Jika kita mengenal beberapa bentuk perpindahan tempat (mobilitas)
1. Perubahan tempat yang bersifat rutin misalnya orang yang pulang balik kerja            (recurrent movement)
2 . Perubahan tempat yang tidak bersifat sementara
3. Perubahan tempat tinggal dengan tujuan menetap dan tidak akan kembali ketempat semula (non recurrent movement).
Mengenai mobilitas ini dalam sosiologi menurut sifatnya dibedakan menjadi mobilitas vertikal dan horisontal. Yang termasuk mobilitas horisontal adalah perpindahan penduduk secara teritorial, spasial atau geografis. Sedangkan mobilitas vertikal dikaitkan dengan perubahan statu sosial dengan melihat kedudukan generasi misalnya kedudukan ayah.


B. Jenis jenis migrasi
Ada beberapa jenis migrasi yamg kiranya perlu diketahui yaitu :
1.    Migrasi masuk  (In Migration )
Adalah masuknya penduduk ke suatu daerah tempat tujuan ( area of destination )
2.    Migrasi keluar ( Out Migration )
Adalah perpindahan penduduk keluar dari suatu daerah asal ( area of origin )
3.    Migrasi neto ( Net Migration )
Adalah selisih antara jumlah migrasi yang keluar dengan masuk. Jika migrasi yang masuk lebih besar daripada migrasi yang keluar maka disebut migrasi neto positif sedangkan jika migrasi keluar lebih besar dari pada migrasi masuk disebut migrasi neto negatif.
4.    Migrasi Bruto
Adalah Jumlah migrasi masuk dan keluar
5.    Migrasi total (Total Migration)
Adalah seluruh kejadian migrasi,mencakup migrasi semasa hidup ( Life time Migration ) dan migrasi pulang ( return migration )
6.    Migrasi Internasional (International migration )
Adalah perpindahan penduduk dari suatu negara kenegara lain
7.    Migrasi semasa hidup ( Life Time Migration )
Adalah migrasi berdasarkan tempat kelahiran
8.    Migrasi parsial ( Partial migration)
Adalah jumlah migran kesuatu daerah tujuan dari suatu daerah asl atau dari daerah asal kedaerah tujuan
9.    Arus migrasi (migration stream)
Adalah jumlah atau banyaknya perpindahan yang terjadi dari daerah asal kedarah tujuan dalam jangka waktu tertentu .
10.     Urbanisasi (urbanization)
Definisi urbanisasi berbeda beda antara suatu negara dengan negara lainnya tetapi biasanya pengertianya berhubungan dengan kota atau daerah pemukiman lain yang padat.
11.     Transmigrasi ( Transmigration )
Adalah salah satu bagian dari migrasi. Transmigrasi adalah pemindahan dan /         kepindahan penduduk dari suatu tempat untuk menetap di tempat lain yang          tetapkan oleh pemerintah Republik Indonesia guna kepentingan pembangunan        negara atau karena alasan alasan yang di pandang berdasarkan ketentuan yang    diatur dalam undang Undang No. 3 Tahun 1972.
C Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Migrasi
Pada dasarnya ada dua faktor yang menyebabkan seseorang melakukan migrasi yaitu faktor pendorong dan faktor penarik.
  1. Faktor pendorong
1.    Makin berkurangnya sumber sumber alam
2.    Menyempitnya lapangan pekerjaan di tempat asal
3.    Adanya tekanan atau diskriminasi politik,agama,suku didaerah asal
4.    Tidak cocok lagi dengan adat /budaya/kepercayaan di tempat asal
5.    Alasan pekerjaan atau perkawinan yang menyebabkan tidak bisa mengembangkan karir pribadi
6.    Bencana alam
  1. Faktor penarik :
1.    Adanya rasa superior ditempat yang baru
2.    Kesempatan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik
3.    Kesempatan mendapatkan pendidikan yang lebih baik
4.    Keadaa lingkungan dan keadaa hidup yang menyenangkan masalnya iklim, perumahan, sekolah dan fasilitas kemasyarakatan lainnya
5.    Tarikan dari orang yang di harapkan sebagai tempat berlindung
6.    Adanya aktivitas aktivitas di kota besar, tempat tempat hiburan dan pusat kebudayaan sebagai daya tarik bagi orang orang dari desa atau kota kecil    

D.  Ukuran – ukuran migrasi
1.    Angka mobilitas :
Adalah rasio dari banyaknya penduduk yang pindah secara local ( mover ) dalam suatu jangka waktu tertentu dengan banyaknya penduduk :
m         =
m         = angka mobilitas
M        = jumlah mover
P          = Penduduk
k          = 1000
dalam kenyataan sulit untuk mengetahui jumlah penduduk yang pindah secara lokal ini.
2.    Angka migrasi masuk
Adalah angka yang menunjukkan banyaknya migrant yang masuk per 1000 orang penduduk daerah tujuan dalam waktu satu tahun.

Mi      =
Mi       = angka migrasi masuk
I        = jumlah migrasi masuk ( inmigration )
P        = penduduk pertengahan tahun
3.    Angka Migrasi Keluar
Adalah angka yang menunjukkan banyaknya migrant yang keluar per 1000 orang penduduk daerah asal dalam waktu satu tahun.
Mo     =
MO      = angka migrasi keluar
O       = jumlah migrasi keluar ( out migration )
P       = penduduk pertengahan tahun
4.    Angka Migrasi Neto
Adalah selisih migran masuk dan keluar ked an dari suatu daerah per 1000 penduduk dalam satu tahun.
Mn     =
Mn       = angka migrasi neto
O       = jumlah migrasi keluar ( out migration )
I        = jumlah migrasi masuk ( inmigration )
P        = penduduk pertengahan tahun
5.    Angka Migrasi Bruto
Adalah angka yang menunjukkan banyaknya kejadian perpindahan yaitu jumlah migrasi masuk dan migrasi keluar dibagi jumlah penduduk tempat asal dan jumlah penduduk tempat tujuan.
Mg     =
Mg       = angka migrasi bruto
P1      = penduduk di tempat tujuan
P2      = penduduk di tempat asal
K       = 1000
Contoh perhitungan : migrasi masuk, migrasi keluar, migrasi neto, migrasi bruto, dan migrasi semasa hidup.
Migrasi antara dua tempat misalnnya Jakarta dan Jawa Barat, migrasi keluar dari Jakarta ke Jawa Barat tahun 1970, sebesar = 26124 jiwa. Migrasi masuk dari jawa Barat ke Jakarta tahun 1970, adalah = 49133 jiwa. Penduduk Jakarta tahun 1970 adalah = 4.350.710 jiwa
Penduduk Jawa Barat tahun 1970 adalah = 21.176.248 jiwa
Angka migrasi masuk di Jakarta dari Jawa Barat tahun 1970 :
Mi =  = 11, 3 per ribu
Angka migrasi keluar di Jakarta ke Jawa barat tahun 1970 :
Mo =  = 6,0 per seribu
Angka migrasi neto di Jakarta terhadap jawa Barat tahun 1970 :
Mn =  = 5,3 per seribu
Angka migrasi bruto di Jakarta dengan jawa Barat :
       Mg =  = 2,9 per seribu

E.  Urbanisasi
Untuk mengukur atau menetapkan urbanisasi antara lain dengan melihat penduduk yang didefinisikan sebagai daerah kota. Ada dua indeks yang dipakai untuk mengukur derajat urbanisasi dengan rumus :
 Pu = u/p . 1000
Pu         =  Persentase penduduk kota
U       = Penduduk daerah kota
P        = Penduduk Total
Serta Rasio Penduduk Total ( Ratio Of Urban – Rural population )
 UR = U/R. K
                        U         = Penduduk Kota
                        R         = Penduduk Desa
            Menurut sensus 1961 dan 1971 yang dimaksud dengan urban yaitu ibukota propinsi, ibukota kabupaten, koya madya dan kota-kota lain yang mempunyai fasilitas modern seperti listrik, air ledeng, bioskop, sekolah dan rumah sakit. Sedangkan Sensus 1980 definisi mengalami beberapa modifikasi.
     Masalah-masalah Urbanisasi antara lain :
1.    Sehubungan dengan pertambahan penduduk Indonesia yang cepat maka kota-kota besar pun mempunyai penduduk yang besar pula.
2.    Pendatang yang mempunyai keahlian yang sama sekali lain daripada yang lain dibutuhkan di kota.
3.    Walaupun pendatang mempunyai motivasi yang kuat untuk mengembangkan dirinya di kota tetapi kenyataan kota sendiri belum siap untuk menerimanya.
Adapun usaha dan kebijaksanaan dalam mengatasi masalah yang terjadi  adalah :
1.    Ada yang menjalankan kebijaksanaan pintu tertutup bagi pendatang. Tanpa pengembangan pembangunan secara desentralisasi, kebijaksanaan semacam ini perlu ditinjau. Apa lagi dengan kecepatan pertumbuhan penduduk di pedesaann yang juga tinggi.
2.    Perlu adanya perencanaan kota yang baik yang mempertimbangkan tidak saja “ rate of Growth “ secara alami dari penduduknya tetapi juga migrasi terutama urbanisasi.
3.    Usaha –usaha yang sifatnya merupakan strategi utama :
-   Menurunkan tingkat fertilitas
-   Transmigrasi
-   Usaha meningkatkan kesempatan kerja dan pendapatan di kota sebanyak mungkin  menyerap pendatang yang ke kota.
-   Usaha menaikkan kesempatan kerja di pedesaan. 

F.   Transmigrasi
     Sejarah transmigrasi dimulai dengan nama Kolonisasi sejak tahun 1905 oleh pemerintah Belanda dengan membuka darah-daerah koloni di Lampung, Palembang, Bengkulu, Jambi, Kalimantan dan Sulawesi. Daerah Gedong Tataan di Lampung adalah merupakan daerah kolonisasi dengan pertama dimana 155 keluarga dari  Jawa dikirim kesana. Dalam pelaksanaanya transmigrasi digolongkan atas berbagai jenis yaitu :
1.      Transmigrasi famili atau keluarga
Diadakan tahun 1950. Keluarga transmigran yang ada di daerah transmigrasi didatangkan dari daerah asal.
2.      Transmigrasi Umum
Mulai tahun 1952, mereka ditempatkan di daerah yang telah ditentukan oleh pemerintah.
3.      Transmigrasi S.O.B ( STAAT VAN OORLOGH EN BELEG )
Transmigrasi ini untuk para bekas tahanan.
4.      Transmigrasi Nelayan
5.      Transmigrasi DBS ( Dengan Biaya Sendiri )
Diadakan pada tahun 1954 yang kemudian berubah menjadi transmigrasi spontan atau transmigrasi swakarsa.
6.      Transmigrasi BRN ( Biro Rekontruksi Nasional )
Atau disebut juga dengan transmigrasi Veteran.
7.      Transmigrasi Kooperatif
Transmigrasinya adalah anggota dari pada organisasi-organisai koperasi.
8.      Transmigrasi keahlian.
       Semua jenis-jenis yang ada tersebut di atas umunya digolongkan menjadi dua bagian yaitu Transmigrasi Umum, yaitu yang seluruh pembiayaan dan penempatan diatur oleh pemerintah serta Transmigrasi Swakarsa yang dilakukan atas usaha dan biaya sendiri tetapi pengaturannya dan penampungannya.
            Dalam pelaksanaanya sebelum transmigrasi, ada beberapa hal yang harus dan perlu diperhatikan antara lain :
1.    Penyiapan tanah / pemukiman harus disiapkan dengan baik sebelum transmigran tiba di tempat tujuan.
2.    Selektivitas dalam pemberangkatan transmigran supaya lebih baik.
3.    Penyiapan prasarana sejak di tempat asal maupun di tempat tujuan.
4.    Koordinasi yang baik antara pihak yang mengelola transmigrasi.
            Tujuan Transmigrasi tersebut antara lain adalah :
            Sesuai Undang-undang No. 3 tahun 1972 mencakup :
1.    Peningkatan taraf hidup
2.    Pembangunan daerah
3.    Keseimbangan daerah penduduk
4.    Pembangunan yang merata diseluruh Indonesia
5.    Pemanfaatan sumber-sumber alam dan tenaga manusia
6.    Kesatuan dan persatuan bangsa
7.    Memperkuat HAMKAMNAS
















                                                BAB III
                                         KESIMPULAN

Migrasi merupakan perpindahan penduduk dengan tujuan untuk menetap dari suatu tempat ke tempat lain melampaui batas politik / negara ataupun batas administratif / batas bagian dalam suatu negara.






DAFTAR PUSTAKA
e book : demografi UNS :. 
Perpustakaan Uns.
unduhan :
 id.wikipedia.org/wiki/Migrasi
repository.ui.ac.id/dokumen/lihat/4283.pdf
www.migrasi.com/ 
 www.iom.or.id/

0 comments: