KARANG TARUNA

http://hanif40.blogspot.com/

November 12, 2014

Definisi Pembelajaran

Menurut Winkel (dalam M.Sobry,2013:31), pembelajaran adalah seperangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar peserta didik, dengan memperhitungkan kejadian-kejadian eksternal yang berperan terhadap rangkaian kejadian-kejadian internal yang berlangsung di dalam peserta didik. Rangkaian kejadian ini merupakan proses interaksi antara peserta didik dengan peserat didik lainnya dan interaksi terhadap pengajar.
   Pembelajaran menurut Dimyati dan Mujiono (dalam M.Sobry, 2013:31) adalah kegiatan yang ditujukan untuk membelajarkan siswa. Dalam pengertian lain, pembelajaran adalah usaha-usaha yang terencana dalam manipulasi sumber-sumber belajar agar terjadi proses belajar dalam diri siswa. Jadi pembelajaran merupakan kegiatan yang memfokuskan peran siswa dalam kegiatan pembelajaran.
    Beberapa ahli lain juga mengemukakan pendapatnya tentang pembelajaran. Berikut pendapat tentang pembelajaran menurut beberapa ahli (dalam Sobry 2013:31) :
1)      Pembelajaran adalah upaya yang dilaukan untuk membelajarkan siswa (Iskandar ,1995).
2)      Pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan pebelajar dengan langkah-langkah sitematis (Degeng, 1993).
3)      Pembelajaran adalah usaha sadar guru untuk membantu siswa atau anak didik, agar mereka dapat belajar sesuai minatnya (Agus N.Cahyo, 2013).
  Dari pendapat beberapa ahli di atas, maka pembelajaran dapat dikatakan sebagai upaya sadar dari guru yang dengan sengaja dilakukan dengan tujuan supaya terjadi proses belajar pada diri siswa. Sebagai suatu upaya dari guru secara sadar, maka pembelajaran ini dilakukan melalui suatu langkah-langkah dan teknik tertentu dengan sitematis untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut. Sebagai kegiatan dengan langkah-langkah sistematis berarti dapat dikatakan pula bahwa dalam pembelajaran ada tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi atau refleksi perbaikan.
M. Sobry (2013:31-32) berpendapat bahwa inti dari pembelajaran itu adalah segala upaya yang dilakukan oleh guru atau pendidik agar terjadi proses belajar pada diri siswa. secara implisit, di dalam pembelajaran, ada kegiatan memilih, menetapkan dan mengembangkan metode untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan. Pembelajaran lebih menekankan cara-cara untuk mencapai tujuan dan berkaitan dengan bagaimana cara mengorganisasikan materi pelajaran, menyampaikan materi pelajaran dan mengelola pembelajaran.

Menurut Trianto (2009:17) pembelajaran adalah usaha dari guru untuk mengarahkan siswanya pada proses belajar dan mengarahkan siswanya untuk berinteraksi dengan sumber-sumber belajar lainnya. Pembelajaran merupakan interaksi dua arah dari seorang guru dan peserta didik, dimana antara keduanya terjadi komunikasi (transfer) yang intens dan terarah menuju pada suatu target yang ditetapkan sebelumnya.
Lindgren (1976) dalam M.Sobry (2003:32-33), menyebutkan bahwa fokus pembelajaran mencakup tiga aspek , yaitu : (1) siswa; siswa merupakan faktor yang paling penting sebab tanpa siswa tidak aka nada proses belajar. (2) Proses belajar; proses belajar adalah apa saja yang dihayati siswa apabila mereka belajar. (3) Situasi belajar; situasi belajar adalah lingkungan tempat terjadinya proses belajar dan semua faktor yang mempengaruhi proses belajar seperti pendidik, kelas, dan interaksi di dalamnya.
Dalam proses pembelajaran, kedudukan guru sudah tidak dapat lagi dipandang sebagai penguasa tunggal, tetapi dianggap sebagai manage of learning (pengelola belajar) yang perlu senantiasa siap membimbing dan membantu para siswa. Peran guru berubah dari penyampai dan sumber utama pengetahuan menjadi fasilitator, pelatih, kolaborator dan mitra belajar. Dari mengendalikan dan mengarahkan semua aspek pembelajaran menjadi lebih banyak memberikan alternative dan tanggung jawab kepada setiap siswa. Kemudia peran siswa dari penerima informasi pasif menjadi partisipan aktif, dari mengungkapkan kembali materi menjadi menghasilkan pengetahuan dan dari individual menjadi kolaboratif dengan siswa lainnya .
Oemar Hamalik (1999) dalam M.Sobry, (2003:32-33) menjelaskan tiga ciri khas yang terkandung dalam pembelajaran. Ciri khas tersebuat sebagai berikut :
1)      Rencana, ialah penataan ketenangan, material, dan prosedur, yang merupakan unsur-unsur dari pembelajaran.
2)      Kesalingketergantungan, antara unsur-unsur pembelajaran yang serasi dalam suatu keseluruhan. Tiap unsur bersifat esensial, dan masing-masing memberikan sumbangannya kepada system pembelajaran.

3)      Tujuan, pembelajaran mempunyai tujuan tertentu yang hendak dicapai. Ciri ini menjadi dasar perbedaan antara system yang dibuat oleh manusia dan system yang alami.

Sumber  :
Trianto. (2002). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta : Kencana Pranada Media Group.
Sutikno, M. Sobry. (2013). Belajar Dan Pembelajaran. Lombok : Holistica Lombok.

0 comments: