This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
percobaan ke 2
TES PERCOBAAN
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
July 14, 2013
Penanaman Dan Pembagian 5000 Pohon Bersama KOMPAS UNS
Penanaman Dan Pembagian 5000 Pohon Bersama KOMPAS UNS
Penanaman Dan pembagian 5000 Pohon merupakan rangkaian acara dari semarak HUT KNPI Pemalang yang diselenggarakan oleh KNPI dan KOMPAS UNS . Acara ini merupakan agenda acara kedua setelah seminggu sebelumnya KNPI dan KOMPAS UNS berhasil menyelenggarakan LDK OSIS SMA se - Kabupaten Pemalang yang bertempat di SLB Pemalang.
Penanaman dan Pembagian 5000 Pohon ini dilaksanakan pada 29 Juni 2013. Acara ini dihadiri oleh :
- Bupati Pemalang Bapak H. Junaedi
- Ketua DPD KNPI Pemalang Bpk. Muallip
- Camat Bantarbolang
- Kepala Desa Purana
- Tokoh Masyarakat Purana
- Lembaga dan Organisasi masyarakat Desa Purana dan sekitarnya.
- Masyarakat Desa Purana dan sekitarnya.
- Serta Anggota Komunitas Mahasiswa Pemalang UNS.
July 13, 2013
Peta Perkembangan Koridor PALUR - SRAGEN
Berikut Peta Perkembangan Koridor Palur - Sragen Tahun 2004, Tahun 2005, Tahun 2008, Tahun 2009 dan Tahun 2012.
Peta perkembangan Koridor ini mempunyai informasi tentang perkembangan wilayah Koridor Palur - sragen. Dari Penulis memang hanya menyajikan Peta saja.. Untuk dokumennya tidak dicantumkan.... # salam Belajar, @ salam berbagii..
" Klik Gambar Untuk Memperbesar "
Tahun 2004
Tahun 2005
April 15, 2013
Dasar Hukum Penyusunan RPP
PERATURAN
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL
REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 41 TAHUN 2007
TENTANG
STANDAR PROSES
UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR
DAN MENENGAH
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,
Menimbang : bahwa dalam rangka pelaksanaan ketentuan Pasal 24 Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Standar Proses Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);
2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496);
3. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tatakerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2005;
4. Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 mengenai pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 31/P Tahun 2007;
MEMUTUSKAN:
Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL TENTANG STANDAR PROSES UNTUK SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH.
Pasal 1
(1) Standar proses untuk satuan pendidikan dasar dan menengah mencakup perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran.
(2) Standar Proses sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum pada Lampiran Peraturan Menteri ini.
Pasal 2
Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
January 5, 2013
Fungsi Kawasan
EVALUASI FUNGSI KAWASAN
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Evaluasi Sumber Daya Lahan
PRODI PENDIDIKAN GEOGRAFI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2012
TUGAS MATAKULIAH EVALUASI SUMBER DAYA LAHAN
2. Jelaskan macam-macam Fungsi Kawasan ?
3. Jelaskan dasar pembagian Fungsi Kawasan?
4. Berikan contoh perhitungan Fungsi Kawasan?(minimal 4 satuan lahan yang menunjukan hasil akhir fungsi kawasan yang berbeda)
EVALUASI FUNGSI KAWASAN
A. Pengertian Fungsi Kawasan
Kawasan merupakan wilayah yang memiliki fungsi utama lindung atau budidaya (UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang Bab 1 Ketentuan Umum Pasal 1 point 20, 21, dan 22). Kawasan lindung adalah wilayah yang ditetapkan dengan fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumber daya alam dan sumber daya buatan. Sedangkan kawasan budidaya adalah wilayah yang ditetapkan dengan fungsi untuk dibudidayakan atas dasar kondisi dan potensi sumber daya alam, sumber daya manusia dan sumber daya buatan. Selain kawasan lindung dan kawasan budidaya terdapat pula kawasan penyangga. Kawasan penyangga adalah kawasan yang ditetapkan untuk menopang keberadaan kawasan lindung sehingga fungsi lindungnya tetap terjaga.(Nugraha, dkk 2006: 62). Kawasan penyangga ini merupakan batas antara kawasan lindung dan kawasan budidaya. Penggunaan lahan yang diperbolehkan hutan tanaman rakyat atau kebun dengan sistem wanatani (agroforestry) dengan pengolahan lahan sangat mi
March 19, 2012
Fenomena Unik Laut Dalam
FENOMENA UNIK DI LAUT DALAM
{ Part I }
:sumber : Film Blue Planet
Question : seperti apakah si
species yang ada di laut dalam... apakah sama dengan di perairan laut sedang atau
dangkal?
" tulisan ini semata - mata
hanya untuk belajar"
materi belajar saya
Laut dalam merupakan daerah yang jarang diungkapkan dan dijelajahi. Orang
banyak mengeksplorasi keluarangkasa daripada kebawah laut. Itulah sebabnya
banyak yang tidak mengetahui keajaiban - keajaiban yang ada dilaut.
Sebelumnya ada 3 Ada 3 zona kedalaman dalam ekosistem
laut, yaitu :
a. Zona
Eufotik,
zona
ini merupakan zona dimana sinar matahari masih dapat masuk dan masih mungkin terjadi
proses fotosintesis. Zona ini terdpat pada kedalaman 0-150 meter.
b. Zona Disfotik,
zona ini berada pada kedalaman
150-1000 meter diaman cahaya mathari masih dapat mamasuk walaupun cuma sedikit.
Walaupun sinar matahari masih dapat masuk namuun pada zona ini sudah tidak bisa
lagi terjadi proses fotosintesis.
c. Zona Afotik,
zona ini matahari sudah tidak dapat
tembus lagi, sehingga zona ini sering disebut sebagai zona gelap gulita. Zona
ini berada pada kedalaman > 1000 meter.
Kedalaman 300 meter yang ada pada
laut merupakan daerah yang tidak dapat tertembus oleh sinar matahari, sehingga
suasana pada kedalaman tersebut gelap. Kemudian pada kedalaman tersebut tekanan
bertambah dan suhu air pun menurun. Zona yang demikian disebut “Twilight Zone”
.Pada zona ini semua hewan laut terlihat transparan atau tembus pandang, hal
tersebut merupakan sebuah mekanisme bertahan hidup makhluk – makhluk laut agar
tidak dengan mudah dimangsa. Oleh sebab
itulah pada “Twilight Zone” sebisa mungkin hewan-hewan laut dalam untuk tidak
terlihat, terutama oleh pemangsa.
Contoh ekosistem dari hewan-hewan
laut yang mampu hidup pada zona ini ( ekosistem diatasnya ) adalah Phronima,
Cumi-cumi, Amoeba, Comb Jelly, Cope pod, dan ikan Hatchet.
Dalam ekosistem
dasar laut sebisa mungkin mereka dapat memperoleh sumber energi atau makanan
agar dapat bertahan hidup, oleh karena itu beberapa ikan yang hidup di
ekosistem ini dilengkapi keahlian khusus agar dapat memperbesar kemungkinan
mendapatkan mangsa.
February 19, 2012
GUMUK PASIR (SAND DUNES) "rangkuman belajar"
GUMUK PASIR (SAND DUNES)
A. PENGERTIAN
Gumuk pasir merupakan gundukan bukit
atau igir dari pasir yang terhembus angin dan merupakan sebuah bentukan alam
karena proses angin disebut sebagai bentang alam eolean (eolean morphology).
Gumuk pasir dapat dijumpai pada daerah yang memiliki pasir sebagai material
utama, kecepatan angin tinggi untuk mengikis dan mengangkut butir-butir
berukuran pasir, dan permukaan tanah untuk tempat pengendapan pasir, biasanya
terbentuk di daerah kering.
Pada gumuk pasir
cenderung terbentuk dengan penampang tidak simetri. Jika tidak ada stabilisasi
oleh vegetasi gumuk pasir cenderung bergeser ke arah angin berhembus, hal ini
karena butir-butir pasir terhembus dari depan ke belakang gumuk. Gerakan gumuk
pasir pada umumnya kurang dari 30 meter pertahun.
Proses
terjadi gumuk pasir diawali dengan berhembusnya angin yang membawa
butiran-butiran pasir yang membentuk bentukan alam dan disebut dengan bentang
alam eolean (eolean morphology). Dan fenomena tersebut biasa di jumpai di daerah
gurun tetapi untuk daerah tropis seperti Indonesia juga banyak di jumpai.
Secara global gumuk pasir merupakan
bentuklahan bentukan asal proses angin (aeolian). Bentuklahan bentukan asal
proses ini dapat berkembang dengan baik apabila terpenuhi persyaratan sebagai
berikut :
1. Tersedia material berukuran
pasir halus hingga kasar dalam jumlah yang banyak.
2. Adanya periode kering yang panjang dan tegas.
2. Adanya periode kering yang panjang dan tegas.
3. Adanya angin yang mampu
mengangkut dan mengendapkan bahan pasir tersebut.
4. Gerakan angin tidak banyak terhalang oleh vegetasi maupun obyek lain.
4. Gerakan angin tidak banyak terhalang oleh vegetasi maupun obyek lain.
B. BENTUK -
BENTUK GUMUK PASIR
Bentuk gumuk pasir bermacam - macam
tergantung pada faktor - faktor jumlah dan ukuran butir pasir, kekuatan dan
arah angin, dan keadaan vegetasi. Bentuk gumuk dapat dikelompokan dalam
berbagai macam tipe diantaranya :
· bentuk
melintang (transverse),
· sabit
(barchan),
· parabola
(parabolic),
· dan
memanjang (longitudinal dune).



















